Skip to main content

Alamat Notaris PPAT Jakarta Selatan

Alamat Notaris PPAT Jakarta Selatan

Alamat Notaris PPAT Jakarta Selatan

Apakah kita kerap kali melihat nama notaris dan PPAT (Pejabat Kepemilikan Properti) pada tanda yang sama? Bagi orang umum, dua profesi ini dianggap memiliki tugas dan fungsi yang serupa. Meskipun, notaris dan PPAT benar-benar berbeda, semacam itu juga dengan otoritas.
Padahal seperti itu, ada banyak notaris yang juga bekerja sebagai PPAT. Legislasi di Indonesia memungkinkan posisi profesi ganda.

Secara lazim, notaris yaitu pejabat publik yang memiliki wewenang untuk melakukan perbuatan otentik dan daya lain yang diceritakan dalam Undang-Undang ini (Pasal 1 angka 1 UUJN).
(Untuk mengeksplorasi berita properti secara mendalam, mulai dari lokasi properti favorit konsumen hingga harga shelter di Indonesia, Anda bisa menyusuri Indeks Properti Rumah.com)
Sementara PPAT merupakan pejabat publik yang memiliki wewenang untuk menjalankan perbuatan otentik dalam kaitannya dengan tindakan regulasi tertentu yang terkait dengan hak atas tanah atau Properti Unit Lantai (Pasal 1, skor 1, PP 37/1998).

“Seorang notaris dapat melakukan profesinya setelah ditunjuk oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, padahal PPAT diangkat lantas oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN),” kata Karlita Rubianti, SH, notaris yang bermarkas di selatan Jakarta.

Jasa Notaris Jakarta Selatan

Sulit yang bisa ditangani
Kecuali itu, Karlita mengatakan bahwa otoritas utama yang bisa ditangani oleh notaris dan PPAT juga benar-benar berbeda. Notaris yang berwenang untuk:
1. Setujui pedoman tangan dan tentukan tanggal surat di bawah tangan dengan mendaftar di buku khusus (legalisasi)
2. Rekam surat di bawah tangan dengan mendaftar di buku khusus (waarmerking)
3. Buat sertifikat perjanjian atau ketetapan otentik
4. Lakukan validasi hasil fotokopi sesuai dengan surat aslinya
5. Berikan nasihat undang-undang berhubungan sertifikat
6. Buat akta penjualan dan akta tanah
Sementara otoritas yang PPAT dapat lakukan termasuk persoalan tanah dari:
1. Beli Jual
2. Tukar Menukar
3. Subsidi
4. Masukan harta dalam perusahaan (inbreng)
5. Distribusi harta kolektif
6. Ketetapan hak Guna Bangunan / mengaplikasikan hak atas tanah properti
7. Kasih Hak Penjaminan atas Tanah
8. Ketetapan kuasa membebankan Hipotik
Otoritas zona kerja
Apabila Anda memiliki tanah dan bangunan yang akan disewakan atau dijual terhadap orang lain, karenanya Anda bisa mengurus surat dan akta kontrak lewat kantor notaris yang terletak di sekitar tempat tinggal.
Dengan kata lain, tidak perlu mengunjungi kantor notaris terdekat pantas dengan area properti.
“Gambaran seperti ini, contohnya, Anda berharap menjual rumah di Bandung kepada pembeli yang tinggal di Bogor. Untuk menandatangani Sertifikat Jual Beli (AJB), Anda dan rekan Anda tak perlu mengunjungi kantor notaris di Bandung, namun Anda cukup mengerjakan di tempat Bogor, “terang Karlita.
Berbeda dengan PPAT, otoritas teritorial hanya mencakup alamat yang telah ditentukan dan tak mempunyai energi untuk melakukan tugas di luar area lain.
Disebutkan dalam Pasal 12 ayat (1) PP 37/1998, bahwa wilayah kerja PPAT adalah kawasan kerja Kantor Pertanahan Kabupaten / Kota Daerah Tingkat II.
Oleh karena itu, untuk pengelolaan pengalihan hak teritorial yang terletak di kawasan A, patut dijalankan via PPAT yang beralamat di wilayah A.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *